17 Agustus 2007 ” HUT Kemerdekaan Ke-62″

BenderaMERDEKA…!!! MERDEKA….!!!! ALLAHUAKBAR….!““ MERDEKA…….!!!! Sorak hiruk pikuk yang terkumandang dari suara warga Indonesia siapapun dan dimanapun mereka berada. Suara-suara ini menggema ditanah air NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sekitar 62 tahun silam. Dimana pada tahun itu merupakan puncak sejarah Negara Sang Saka Merah Putih untuk mendapat suatu kebebasan atau kemerdekaan yang mutlak. Sehingga dimana-mana dan disetiap sudut dikibarkannya bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih).

Sang Saka Merah Putih merupakan julukan kehormatan terhadap bendera Merah Putih negara Indonesia. Pada mulanya sebutan ini ditujukan untuk bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, saat Proklamasi dilaksanakan.Tetapi selanjutnya dalam penggunaan umum, Sang Saka Merah Putih ditujukan kepada setiap bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam setiap upacara bendera.

Bendera pusaka dibuat oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno, pada tahun 1944. Bendera berbahan katun Jepang berukuran 276 x 200 cm. Sejak tahun 1946 sampai dengan 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada setiap hari ulang tahun kemerdekaan RI. Sejak tahun 1969, bendera itu tidak pernah dikibarkan lagi dan sampai saat ini disimpan di Istana Merdeka. Bendera itu sempat sobek di dua ujungnya, ujung berwarna putih sobek sebesar 12 X 42 cm. Ujung berwarna merah sobek sebesar 15x 47 cm. Lalu ada bolong-bolong kecil karena jamur dan gigitan serangga, noda berwarna kecoklatan, hitam, dan putih. Karena terlalu lama dilipat, lipatan-lipatan itu pun sobek dan warna di sekitar lipatannya memudar.

Setelah tahun 1969, yang dikerek dan dikibarkan pada hari ulang tahun kemerdekaan RI adalah bendera duplikatnya yang terbuat dari sutra. Bendera pusaka turut pula dihadirkan namun ia hanya ‘menyaksikan’ dari dalam kotak penyimpanannya yang dibawa oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).

Ditahun sekarang ini (17 Agustus 2007) seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh Warga Indonesia serentak mengibarkan Sang Saka Merah Putih untuk memperingati HUT (hari ulang tahun) RI ke-62. Bendera terkibarkan, lagu kebangsaan Indonesia Raya terkumandangkan, semua peserta larut dalam kedamaian dan sejuta makna dari lagu Indonesia Raya yang diciptakan WR. Supratman.

Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya. Namun, akankah itu berjalan dengan semestinya “tentu tidak”. Selama ini bangsa Indonesia terbengkalai, cita-cita para suhada hanya tinggal cita-cita. “Kenapa……?????” kita lihat para genarasi muda yang tidak mampu mengisi kemerdekaan ini, tidak mampu memanfaatkan kesempatan. “Jadi, apa yang Semestinya kita lakukan…..???” kembali kepada diri kita sendiri bertanyalah pada dirimu “Apakah yang dapat saya berikan untuk Bangsa Indonesia ini…????, janganlah sekali-kali berkata Apakah yang dapat bangsa berikan untuk diriku ini….???”

Makna dan Kiasan warna Bendera NKRI (Sangsaka Merahputih)

Bendera nasional Negar Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar(horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit.

Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

Jika kita kembali kepada pelajaran sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih).

Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba.

Peraturan Tentang Bendera Merah Putih

UUD ’45 pasal 35
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

Peraturan Pemerintah No.40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia [1]

Kemiripan dengan bendera negara lain
Bendera ini mirip dengan bendera negara Bendera Monako dan Solothum yang mempunyai warna sama namun rasio yang berbeda, selain itu bendera

ini juga mirip dengan Bendera Polandia yang mempunyai warna yang sama namun warnanya terbalik.

11 Balasan ke 17 Agustus 2007 ” HUT Kemerdekaan Ke-62″

  1. OPie mengatakan:

    hohohooo…keknya semangat nasionalisme saia muncul lagi nih..setelah sekian lama terkubur..

  2. icha farma mengatakan:

    hehehehehehe rasaynya saiya sama ama si opie. kapan kita nasionalisme pie?????

    saiya jadi terharup hiks huiks hiks,,,!

    Ayo kita keluarka semuanya,,,! jangan sampe gak, nanti gw marah huahahahahahah

    Sudah lama terkubur and bangkit menjadi sundel bolong huihiihihihihihihi

  3. zafuzi mengatakan:

    harusnya diadakan peninjauan lebih dalam tentang … keadaan kedisiplinan di sekolah indonesia mengenai tata cara bergaul sesuai aturan dah….. map gak nyambung….he..he…he….duollll11!!!!!

  4. rajab mengatakan:

    sudah beberapa hari kulihat dan amati, tapi ternyata kamunya emang nggak pernah lagi update blog kamu ya…

    kasihan, blognya bagus, tapi yang empunya blog pemalas updatenya……

  5. andi mengatakan:

    se7 bget dg si rajab tuh. kamu kagak pernah update lagi, padahal tulisan kamu bagus-bagus. ditunggu tulisan brikutnya…

  6. andi mengatakan:

    se7 bget dg si rajab tuh. kamu kagak pernah update lagi, padahal tulisan kamu bagus-bagus. ditunggu tulisan brikutnya…

  7. andi mengatakan:

    se7 bget dg komen si rajab tuch…. kamu ga pernah update lagi, padahal tulisan kamu bagus-bagus, ayo donk… eh, boleh minta email si rajab? temen kamu lucu namanya he-he

  8. OPie ... mengatakan:

    ikut2an setuju!!
    update…update!!!

  9. harkam mengatakan:

    maksih… tas coment nya smua.. Scra pribadi jga sadar kok malas x ya nlis … tpi insyaallah kedpan… saya akan brusha untuk mlai menggrakkan jari saya… biar ni blog keisi lagi… habis pengunjungnya dratis trun…..😛

  10. icha farma mengatakan:

    ya, gak pernah posting lagi nih si abang… Posting dong bang biar banyak yang ngasih coment…

  11. didiz mengatakan:

    bos maaf gimana sich caranya memindahkan /redirect hasil mendesigne dari dreamweaver8 ke blog gratisan tolong kasih tahu jawabannya.? thanks. didiz. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: