Sunnah – Sunnah Kemasjid

Masjid-quba* Bersegera menuju masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Senadainya manusia mengetahui keutamaan adzan dan shaff pertama, kemudian tidaklah mereka bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi, pastilah mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid, pasti mereka akan berlomba. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan shalat Isya’ dan Subuh (berjama’ah), niscaya mereka akan dating walau dengan merangkak” (Muttafaq ‘alaih)

 

* Berdo’a ketika menuju masjid

Dengan do’a berikut ini :“Allahummaj’al fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, waj’al fii sam’i nuuran, waj’al fii basharii nuuran, waj’al min khalfii nuuran, wamin amaamii nuuran, waj’al min fawqii nuuran, wa min tahtii nuuran, Allahumma a’thinii nuuran”

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, lidahku, pendengaranku dan penglihatanku. Jadikanlah cahaya berada di belakangku, dihadapanku, di atasku, dan dibawahku. Ya Allah, berikanlah aku cahaya” (Muttafaq ‘alaih)

* Berjalan menuju masjid dengan tenang dan berwibawa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila kalian mendengar iqamah, maka berjalanlah kalian menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan perlahan-lahan” (HR. Bukhari dan Muslim) Masjid_jamek

* Menuju masjid dengan berjalan kaki

Para ulama telah menjelaskan bahwa berjalan kaki menuju masjid dengan tenang tanpa tergesa-gesa mengandung banyak sekali kebaikan bagi pelakunya. Hal ini berdasarkan nash nash syar’i yang menunjukkan keutamaan memperbanyak langkah menuju masjid.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Maukah kalian kuberitahu perbuatan yag menyebabkan Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat kalian?” Mereka berkata :”Ya, wahai Rasulullah”, kemudian beliau menyebutkan bahwa salah satunya adalah memperbanyak langkah menuju masjid” (HR.Muslim)

* Berdo’a ketika masuk masjid

Membaca do’a sebagai berikut :“Allahummaftahlii abwaaba rahmatik” artinya : Ya Allah bukakanlah pintu rahmatMu untukku” (HR.Nasa’I, Ibn Majah, Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban)

* Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid.

Hal ini berdasarkan perkataan sahabat Anas bin Malik radhiAllahu ‘anhu: “ Termasuk sunnah, apabila engkau masuk masjid, untuk mendahulukan kakimu yang kanan dan apabila keluar, dahulukan kaki kirimu” (HR.Al-Hakim. Hadis ini shahih berdasarkan syarat Muslim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

* Memprioritaskan menempati shaff yang pertama

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Senadainya manusia mengetahui keutamaan adzan dan shaff pertama, kemudian tidaklah mereka bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi, pastilah mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid, pasti mereka akan berlomba. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan shalat Isya’ dan Subuh (berjama’ah), niscaya mereka akan dating walau dengan merangkak” (Muttafaq ‘alaih)

* Berdo’a ketika kaluar dari masjid

Membaca do’a sebagai berikut : “Allahumma inni as-aluka min fadhlik” artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon karuniaMu” ((HR Muslim). Dan dalam riwayat An-Nasa’I terdapat tambahan agar bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

* Mendahulukan kaki kiri ketika keluar dari masjid

Berdasarkan perkataan sahabat Anas bin Malik radhiAllahu ‘anhu: “ Termasuk sunnah, apabila engkau masuk masjid, untuk mendahulukan kakimu yang kanan dan apabila keluar, dahulukan kaki kirimu” (HR.Al-Hakim. Hadis ini shahih berdasarkan syarat Muslim, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi)

* Shalat Tahiyyatul masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian masuk masjid, janganlah ia duduk hingga ia shalat 2 raka’at” (Muttafaq ‘alaih)Imam As-Syafi’i berkata : ”Shalat tahiyyatul masjid disyari’atkan meskipun pada waktu yang dilarang.

Orang-sholat1Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata : “Shalat Tahiyyatul masjid hukumnya adalah sunnah menurut ijma’ ahli fatwa (ulama)” Namun, banyak orang yang salah kaprah ketika melaksanakan shalat Jum’at di aula atau ditempat lain (yang bukan masjid), mereka melakukan shalat tahiyyatul masjid, padahal tempat tersebut bukanlah masjid.

wAllahul musta’an..

copy @ islamdotnet.com

3 Balasan ke Sunnah – Sunnah Kemasjid

  1. Herianto mengatakan:

    Assalamualaikum …
    Harkam, ma ko profil-nya atau ruang about nyo …
    Salam kenal dari urang awak sesama blogger …
    Ambo tingga di Jakarta, pernah maja di Jayanusa dan AMIK/STMIK Indonesia …

    Wassalam

  2. rajab mengatakan:

    salam saya untuk kamu,
    saya suka tulisan2 kamu, mudah2an sll diupdate (karena dah lama sekali tulisan terakhirmu…)
    mudah2an juga kamu juga mengamalkan semua yang kamu tulis tsb….
    salam…

  3. andi mengatakan:

    hai…
    kamu tampangnya lucu banget, tapi kelihatan kalau kamu pinter.
    boleh dong kenalan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: